Posts

Showing posts from April, 2019

Hai! Ini aku

Hai! Ini aku. Yang mereka bilang kuat sekali untuk bisa mencintai tanpa di ketahui. Yang mereka bilang gila sekali berani mengharapkan orang yang hatinya sudah berisi peri. Yang mereka bilang bodoh sekali untuk tetap harapkan dia yang sudah miliki komitmen pasti. Hahahaha itulah aku selama ini. Waktu yang didalamnya memang tidak hanya berisi tentang dia tapi selalu berhasil untuk kembali padanya. Waktu yang berisi beragam rasa, karena aku bisa bahagia ketika bertemu walau tak tentu, lalu bersedih ketika ingat seberapa bodohnya aku yang masih diam disini, tak berani berlari tapi juga tak ingin pergi. Nilailah aku sesukamu, tentang kebodohan dan kegilaanku untuk memilih kisah gila ini. Aku tidak terlalu lama di berikan waktu untuk bersedih tentangnya, tak di beri waktu lama untuk berangan seakan akan aku akan memilikinya, tak diberi waktu lama untuk melakukan perjuangan perjuangan untuk mendapatkannya, dan initinya aku tak di beri kemampuan ataupun keistimewaan yang membuatku ber...

Sibuk katanya.

Antara [sibuk] dan [bukan prioritas]. Dua hal yang berbeda tapi kadang saling di kaitkan menjadi sebuah alasan penyamar ketidakpedulian. Seringkali di manfaatkan untuk ungkapkan rasa ingin menjauh dan hidup tanpa gangguan. Hingga perasaan tak ingin terlihat dan seakan menghilang, padahal hanya terpisah satu kata penyamar kebohongan. Mungkin kata bohong terlalu kasar jika di hubungkan dengan perasaan apalagi  tentang  perhatian dan kepedulian. Semua ini bukan hanya sekadar sapaan hai ataupun tentang bertanya sudah makan?. Ini tentang sebuah respek dan mendengar sesuatu yang sejatinya terdengar walau tidak gamblang di ucapkan. Bukan haus akan perhatian, tapi penilaian tentang siapa siapa yang datang ketika membutuhkan atau yang sering menemani walau hanya untuk lakukan kegilaan yang menggembirakan. Sejatinya manusia dalam keadaan tak punya masalah pun ingin di beri solusi. Sejatinya manusia tak sedang nakal pun ingin di nasehati. Sejatinya manusia walau tak sendiri pun ingin...

Hai! Ini aku

Hai ini aku. Yang seringkali tak percaya diri jika ku bandingkan diriku dengan wanita luar biasa yang terkesan istimewa. Memang aku tidak cantik, tapi mungkin aku lebih memilih untuk bisa di pandang istimewa dengan sesuatu yang aku lakukan dan berikan, Bukan dari kelebihan kelebihan yang terkadang dipandang orang berlebihan. Dalam suatu waktu, aku seakan bertarung dalam diam dengan perempuan perempuan itu. Terkadang itu menguatkan tetapi juga kadang meredupkan, apa? Semangat dan kepercayaan diriku. Beberapa kali aku merasa aku sedang mengaharap angan yang sulit ku gapai. Seringkali aku menganggapnya seperti target pencapaian. Dan ketika optimisku datang, aku berangan seakan-akan aku sudah ada di puncak perjuangan tanpa kekecewaan. Nah, Suatu hari akan kulanjutkan. Ini hanya jeda ketika aku menunggu iklan untuk berlalu.