Melepaskan.

Terlalu jauh jika membahas tentang bagaimana cara melepaskan, sedang yang akan dilepaskan pun tidak ada.
Namun ini bukan hanya tentang manusia, tapi tentang rasa yang bahkan belum di ketahui oleh manusia  manusia itu.

Bagaimana menurutmu?
Tak berguna kah ketika kita menyimpan rasa sendiri? sudah pernah dibuat bahagia dan tertawa sendiri bahkan saat dia tak melakukan apa-apa, sudah pernah rasakan sedih hanya karena melihat cerita dan perilaku anehnya yang bahkan tak ada sangkut pautnya dengan kita, atau sakit hati dan cemburu sendiri dengan kesimpulan kesimpulan lucu yang muncul karena ditambah dengan imajinasi dan halusinasi.

Maukah kau lepaskan semuanya dengan tidak mendapat apa-apa?
Ya bisa saja. Setidaknya kita sudah mendapat pelajaran dari orang yang bahkan tidak sadar kita telah memetik pelajaran darinya,  belajar kekuatan dari orang yang bahkan tak pernah sedikitpun menguatkan kita, mendapat kebahagiaaan dari orang yang bahkan tak tau kau kita mengharpakan sapa dan senyum tulusnya.

Bisa dibilang bodoh tapi tidak sebodoh itu. Menurutku mengharap hingga melepaskan dalam diam adalah lebih baik, daripada berbagi kisah yang tidak jelas.
Karena berhadapan dengan manusia itu repot. Ketika kita cerita terus dibilang suka sambat dan tak dewasa, tapi kalau tidak cerita dibilang tertutup dan tidak percaya.

Jadi? Mau pilih yang mana? Sedih dan senang sendiri tapi damai dan puas karena kita bisa melakukan semuanya ikuti kata hati. atau punya teman berbagi tapi malah nanti akan salah arti? 
Hidup itu pilihan, tapi yang namanya opsi tak harus pilih satu dari 2 jari. 

Comments